Dua Kali Terbakar, Pasar Senen Blok III Yang Lebih Modern Diresmikan

Memiliki sejarah panjang di Jakarta, bangunan asli Pasar Senen sejatinya sudah berdiri sejak 30 Agustus 1735 yang dirancang arsitek Yustinus Vinck. Pada 1960, Gubernur Ali Sadikin mengembangkan Pasar Inpres dan Terminal Senen. 30 tahun kemudian yakni pada 1990, Pasar Senen berkembang jadi superblok modern bernama Atrium Senen. Namun pada 25-26 April 2014, Blok III Pasar Senen mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan 3.000 kios dalam waktu 20 jam dan kerugian miliaran rupiah. Tiga tahun berselang, empat kios di Blok III lagi-lagi terbakar pada 17 Januari 2017 selama dua jam yang mengakibatkan kerugian 600 juta rupiah.

 

Hampir satu tahun proses renovasi, Blok III akhirnya diresmikan oleh Gubernur Anies Baswedan pada Jumat (29/12). Dengan demikian, para pedagang sudah bisa langsung memasuki kios mereka dan berjualan mulai awal tahun 2018. Berdiri di lahan seluas 17.086 meter persegi dan luas bangunan mencapai 13.582 meter persegi, Blok III terdiri dari tujuh lantai dengan total 3.531 unit kios, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Untuk harga sewa kiosnya mencapai Rp 55 ribu – 80 ribu per meter persegi setiap bulannya. Setelah meresmikan, Anies pun menyempatkan diri berkeliling untuk mengecek sarana prasarana bagi pedagang. Anies pun memuji kondisi Blok III yang cukup rapi dan tidak becek. Menurut PD Pasar Jaya selaku pemilik lahan komersial Blok III, konsep lapak di gedung Blok III memiliki saluran air langsung turun ke bawah.

 

Kesan modern Blok III Pasar Senen pun terlihat dari bangunan yang sudah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Di mana Blok III dilengkapi dengan Fire Sprinklers, Hydrant air, CCTV dan beberapa fasilitas lainnya.

 

Hanya 30 Persen Pedagang Yang Mampu Pindah

 

Sementara itu, Muhammad Yamin Pane selaku manajer PD Unit Pasar Besar (UPB) Senen, pedagang yang mengisi Blok III Pasar Senen adalah mereka yang kiosnya terbakar pada Januari 2017. “Untuk eks kebakaran yang menggunakan Blok III juga kami kroscek dengan dokumen yang mereka miliki yaitu melihat SIPTU (Surat Izin Pemakaian Tempat Usaha) pada kios yang terjadi kebakaran kemarin.”

 

Dalam data terakhir disebutkan jika Blok III saat ini sudah diisi 211 pedagang dan direncanakan bakal memuat 3.521 pedagang. Namun Ahmad Dahlan selaku Ketua Asosiasi Pedagang Jakarta Raya, menuturkan jika tak semua pedagang korban kekabaran Pasar Senen bisa menempati Blok III. Bahkan dari total 3.000 pedagang yang jadi korban, hanya sekitar 30% yang mampu pindah, seperti dilansir Metrotvnews.

 

Pasar Senen Bakal Jadi Tujuan Wisata

 

Kini dengan penampilan Blok III Pasar Senen yang makin modern, Anies pun berhasrat menjadikan lokasi itu sebagai salah satu tujuan wisata terbaru. “Pasar Senen lokasinya sangat strategis. Ke depan kita ingin pasar juga jadi salah satu tujuan wisata. Turis bisa datang ke Pasar Senen untuk merasakan ke-Indonesiaan, merasakan kebudayaan kita. Pasar Senen harus bisa menjadi salah satu ikon wisata pasar di Indonesia.”

 

Menurut Anies, kehadiran para wisatawan ke Pasar Senen juga bisa menggerakkan ekonomi lokal. Apalagi saat ini banyak wisawatan asing yang datang ke Indonesia tak hanya karena ingin melihat pemandangan alam, tetapi juga budaya asli seperti kegiatan di pasar. Dengan semakin modern-nya Blok III Pasar Senen dan dibenahinya transportasi umum di Jakarta, sepertinya harapan Gubernur Anies agar Pasar Senen menjadi salah satu titik wisata di ibukota bisa terwujud.

 

Tags:
admin